DISDIKBUD LAMPUNG, Faktor Rendahnya SKL UN Tahun depan dimajukan.

 

Helmi Lampung Network

Rudhy HR

 

BANDAR LAMPUNG, _ Kepastian sikap Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang belum mengeluarkan kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2016 yang biasa dilakukan di awal tahun ajaran baru, karena kisi-kisi itu masih digodok dan akan dipertajam. Pasalnya, hal itu bermuara dari pelaksanaan UN 2015 masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah standar kompetensi lulusan (SKL) 5,5 atau 55.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kabiddikdas Disdikbud) Provinsi Lampung Diona Katharina menyebutkan, selain faktor rendahnya SKL siswa, alasan penundaan penurunan kisi-kisi UN 2016 karena jadwal UN tahun depan dimajukan mulai Februari.

 

“Dengan jarak waktu yang dekat dan tak biasanya, membuat pusat lebih ingin mengkaji evaluasi pelaksanaan UN dibandingkan menurunkan rumusan kisi-kisi. Kita sudah ditembuskan hasilnya, inti UN dari Pak Menteri (Mendikbud, Anies Rasyid Baswedan) sangat menjunjung tinggi integritas, tapi nyatanya mungkin nilai SKL dibawah 5,5 ada pihak yang jalankan UN tidak secara jujur,”ujarnya diruang rapat Kadisdikbud Lampung, Rabu (22/7).

 

Meski ada keterlambatan keluarnya kisi-kisi, tapi Diona memastikan hal itu tidak berpengaruh pada sekolah karena isi kisi-kisi UN 2016 tidak akan jauh beda dengan UN tahun sebelumnya. “ mungkin kisi-kisi UN tahun ini tinggi jadi tingkat kelulusan anak-anak dibawah standar SKL. Memang kurikulum  acuan, tapi perlu dicek lagi tingkat kesulitannya,” imbuhnya.

 

Terkait evaluasi UN di Lampung, bahkan jauh sebelum ditundanya kisi-kisi, Disdikbud Lampung berencana akan mengundang BSNP awal Agustus untuk rapat koordinasi (rakor) bersama Disdik kabupaten/kota dan MKKS SMP, SMA dan SMK untuk menghitung pelaksanaan integritas UN Lampung. Diharapkan hasil rakor ini akan menguak tingkat kejujuran pelaksanaan UN keseluruhan.

 

”Dari rakor ini kita ingin dengarkan paparan, dasar,proses, hingga penetapan hasil integritas UN perjenjang sekolah.Tapi urung dilakukan diawal karena terpotong liburan kelulusan dan puasa-lebaran,” ujar Diona lagi.

Diona menambahkan, turunnya kisi-kisi UN tiap tahun, tapi selama dua tahun terakhir dilakukan terbuka. Namun, ditahun ini pula Kemendikbud akan memberlakukan langkah membuka hasil integritas UN pertiap provinsi, kabupaten/kota hingga persekolah secara vulgar. “ maksudnya baik untuk mengevaluasi sistem pelaksanaan UN pertiap daerah,” ucapnya.

 

Diona anggap adanya evaluasi integritas UN bukan hal ekstrim, karena efeknya bukan memperjelek nama tapi malah mengevaluasi mutu pelaksanaan UN ditiap daerah. Tapi dirakor nasional, hasil ini dipaparkan semata tidak memetakan kualitas pendidikan nasional dari hasil UN. Tapi juga, melihat seberapa efektif pelaksanaan UN yang dilakukan ditiap daerah.

 

Ikut menambahkan, Kadisdikbud Lampung Hery Suliyanto penegasan sikap kemendikbud yang prioritaskan evaluasi dibanding pengeluaran kisi-kisi UN sebagai bentuk pembenahan UN yang selama ini ada.

 

Terkait evaluasi UN, Hery tegaskan ini tanggungjawab tiap Disdik kabupaten/kota bersama MKKS perjenjang sekolah. Peran keduanya memberikan sosialisasi dari teknis umum sampai unsur pelengkap dari pelaksanaan UN.“ kedepan, dari evaluasi integritas UN, tiap wilayah sampai sekolah akan mendapatkan ranking kebocoran, ketidakjujuran dalam bentuk prosentase,”ujarnya.

 

Namun, mantan Kadis perpustakaan dan arsip daerah Lampung ini berujar dari evaluasi itu, pihaknya masih belum mengetahui parameter penilaiannya. Diharapkan dengan mengundang BNSP agar duduk bersama Disdik dan MKKS Provinsi, kabupaten/kota agar mendapatkan data pastinya.

 

“Penilaian evaluasi integritas UN perlu ada data dan ulasannnya. Kita pun sampai kini belum tahu bentuk, waktu, personil, tata cara sampai metode penilaian pusat ini. Setelah ada undangan ini kita harapkan persoalan ini bisa tuntas sehingga kedepan tidak ada kekurangan dalam pelaksanaannya,” ujarnya lagi.

 

Tak hanya evaluasi UN, tapi kemendikbud juga tengah mengevaluasi perangkingan OSN perdaerah ditingkat nasional. “itu cakupannya dalam data detail, ini bentuk transparansi sistem pendidikan nasional buat perbaikan dimasa akan datang. Termasuk menentukan program kerja yang dapat menunjang prestasi Sisdiknas perdaerah,” tegasnya.

 

Dilain pihak, Kadisdik Kota Bandar lampung, Sukarma Wijaya dilobi gedung A Disdik Kota Bandar Lampung, Rabu (22/7) menyebut evaluasi integritas UN lebih utama dibanding hanya kisi-kisi.

Namun Sukarma berharap langkah BSNP ini juga didasari bentuk barometer standar nilai yang beracuan pada kancah kinerja guru. Penilain itu dilakukan MGMP permata pelajaran dan MKSS perjenjang sekolah. “evaluasi intregritas pada pertiap materi UN jangan sampai timbulkan komplain. Itu dapat timbulkan kegalauan pada peserta didik,” terangnya.

 

Selain itu, Sukarma menyebut adanya evaluasi integritas UN dapat menghindari ketidakefektifan UN seperti pelaksanaan teknis kurikulum tigabelas (kurtilas). “ perlu ada evaluasi UN dari awal sampai akhir semester. Itupun termasuk cakupan soal yang ada dilembar UN yang juga harus mencakup materi pelajaran sampai akhir semester. Perlu ada batasan pelaksanaan UN berdasarkan bahan (pelajaran) sampai hambatan dalam proses pengajaran guru,”pungkasnya.

 

Sumber : Lampung Network

 

Sebanyak 166 Siswa Biling masuk SMAN 6

 

Elmi Lampung Network

Editor : Rudhy Hr

 

Bandar Lampung, _  Berdasarkan hasil seleksi berkas dan survey lapangan serta hasil rapat panitia PPDB Bina Lingkungan Bandar Lampung 19 Juni 2015 yang dinyatakan lulus seleksi, akan melaksanakan registrasi ulang oleh peserta didik yang bersangkutan dan tidak dapat berwakil, serta didampingi orang tua/wali murid.

“ Sebanyak 166 siswa jalur siswa Bina Lingkungan yang diterima SMAN 6 Bandar Lampung dan untuk reguler sebanyak 100 siswa dengan daya tampung 7 kelas x 38 siswa perkelasnya, jadi jumlah siswa Bina Lingkungan ditambah siswa reguler ada 266 siswa., “ Ujar Kepala SMAN 6 Bandar Lampung Mansurdin Sabtu,(20/6) di ruang kerjanya.

“ Selain itu juga untuk siswa tidak di beda-bedakan antara reguler atau biling,akan kita campur semua siswa yang mendaftar di SMAN 6 ini. Untuk daftar ulang bagi siswa yang diterima pada 20 -- 23 Juni 2015  pukul 08.00 – 14 Wib datang langsung ke SMAN 6 Bandar Lampung,” lanjut Mansurdin lagi.  

Mansurdin menambahkan, adapun syarat untuk mendaftar ulang atau registrasi ulang adalah menunjukkan formulir pendaftaran,  Menyerahkan Foto Copy SKHUN yang telah dilegalisir oleh Kepala Sekolah, menyerahkan photo berwarna 3 x 4 sebanyak 2 lembar, mengisi formulir registrasi dan mengisi biodata siswa yang telah disediakan oleh sekolah, registrasi ulang tidak dipungut biaya,  registrasi ulang oleh peserta didik yang bersangkutan dan tidak dapat berwakili, serta didampingi orang tua/wali murid, bagi calon siswa yang tidak registrasi ulang pada waktu yang telah ditentukan, dianggap mengundurkan diri.

 

 

Sumber : Lampung Network

 

 

PROGRAM KELAS UNGGULAN (PKU) LEBIH AWAL DILUNCURKAN

 

Elmi Lampung Network

Editor: Rudhy Hr

 

BANDAR LAMPUNG, _  Meski Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung mengklaim akan mewacanakan Program Kelas Pintar (PKP) tahun depan sebagai wadah pemetaan Anak Cerdas Istimewa (ACI) dari sisi intelektual buat jenjang SMP, SMA dan SMK. Tetapi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota BandarLampung rupanya lebih awal memberlakukan program sejenis yakni Program Kelas Unggulan (PKU) sejak 2-3 tahun belakangan.

 

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabiddikdas) Kota Bandar Lampung Tatang Setiadi dikantornya kemarin. Dia menyebut langkah Disdikbud Lampung akan melancarkan PKP yang diinisiasi ide gagasan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo itu yang akan menyediakan 1-2 kelas pertiap sekolah khsusus berisikan para siswa berprestasi dibidang akademik itu ternyata konsepnya sama dengan PKU.

 

Dia menyebut PKU di Kota BandarLampung sudah dilaksanakan dibeberapa sekolah seperti SMPN 4, SMPN 2 yang masing-masig menyediakan dua kelas.“Program ini serupa, baguslah adanya pengkhususan bagi anak kelas unggulan. Kebetulan program provinsi baru berjalan tahun depan, kami sudah laksanakan lama, terutama di Sekolah negeri yang pernah berlakukan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

 Meski, PKU baru dilaksanakan dibeberapa SMP Negeri. Tapi kini tengah kembangkan selain menambah jumlah SMP tapi SMA dan SMK negeri juga dikembangkan kelas unggulan, biasanya 1-2 kelas. Makanya, nanti PKP digulirkan Disdikbud Lampung tahun depan, tapi Disdik BandarLampung menyatakan siap mengembangkan program serupa ditiap sekolah.“itu diluar sekolah yang ada.

 

Kita berharap kalau bisa disemua sekolah, tapi semuanya harus dites dulu. Nanti sekolah yang masuk ranking teratas nanti kita rekomendasikan membuka kelas pintar atau kelas unggulan itu tadi,”ucapnya.

Disinggung kesediaan sarana penunjang kelas pintar yang dipenuhi tiap disdik kabupaten/kota seperti unit komputer, layanan internet, buku-buku hingga sarana online.

Tatang berujar Disdik BandarLampung menyatakan siap dibebankan itu.tapi dibalik itu juga tergantung kesiapan sekolah,  untuk di BandarLampung buat sekolah papan atas sudah siap jika ditunjuk mengimplementasikan program kelas pintar.

 “Jadi tidak ada masalah jika Pemprov menjadikan BandarLampung jadi sekolah dengan pelaksana kelas pintar atau kelas unggulan terbanyak karena tak hanya infrastruktur tapi sapras dan SDM-nya sudah siap melaksanakan proram ini,” tegas Tatang.

 Secara terpisah, Kepala Seksi SMA Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Disdikbud Lampung, Joko Santoso, menambahkan pihak Disdikbud lampung masih dalam wacana memetakan letak daerah maupun sekolah-sekolah yang siap dibebani melaksanakan program kelas pintar tahun depan.

Untuk itu, pihaknya melalui Bidang pendidikan menengah dan tinggi (biddikmenti) tengah merancang formatur kelas pintar jenjang SMA dan SMK yang tepat terutama dengan efek depan agar para lulusannya dapat mengimpelementasikan ilmunya tak hanya ditengah masyarakat tapi juga didalam dunia kerja.

 

“Semuanya masih dalam pembicaraan para pimpinan. Tapi semua elemen berkomitmen akan mensukseskan program pendidikan yang dicetuskan pak gubernur ini. Agar Lampung ditiap wilayah (kabupaten/kota)nya memiliki basis anak pintar dan cerdas istimewa dari sisi akademik tapi diharapkan juga non akademik. Agar anak-anak kita ini dapat lebih diarahkan dan mendapatkan keistimewaan sebagai aset dalam memajukan daerah, tapi juga nusa dan bangsa,” lanjutnya.

 

Sumber : Lampung Network

 

 

 

 

 

Subcategories