SMAN 6 Bandar Lampung Tanamkan Jiwa Nasionalisme Sejak Dini

Bandar Lampung (LampungNetwork.com) -- Nilai Nasionalisme dan cinta tanah air harus terus digali serta ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. terutama kepada siswa di sekolah.

“Saat ini nilai dan rasa nasionalisme mulai tergerus di kalangan generasi muda, terutama mereka yang masih menuntut ilmu di sekolah. Oleh karenanya kami di SMAN Bandarlampung terus mengantisipasi hal tersebut, salah satunya yakni dengan mengenang kembali jasa para pahlwan bangsa dan mewujudkan cita –cita para kusuma bangsa tersebut. 

“Untuk menghargai dan mengenang jasa para pahlwan tersebut kami mengadakan upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober,” . ini ditegaskan kepala SMAN 6 Bandarlampung, Mansurdin, S.Pd, M.Pd, Sabtu  (1/10/16) usai upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman sekolah tersebut. 

Dengan mengadakan upacara ini, lanjutnya, siswa dapat memahami arti dari para pahlawan yang dengan gigih mempertahankan kemurnian Pancasila dari rongrongan komunis. “Jasa para pahlwan yang menjaga nilai Pancasila harus dipertahankan. Karena saat ini diduga paham komunis mulai tumbuh lagi di Indonesia,oleh karena itu harus diantisipasi sejak dini dan tidak boleh terjadi lagi ”  jelasnya. 

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung, Suhendar Zuber mengatakan pada saat sambutan Pembina upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila,” semangat para pahlwan revolusi harus selalu digelorakan oleh para generasi muda. terutama dalam mengisi kemerdekaan Bangsa Indonesia, jiwa pahlawan harus merasuk ke semua jiwa generasi muda,” ujarnya.

“Selain itu juga para generasi muda harus menghargai jerih payah para pahlwan termasuk jasa pahlawan revolusi yang telah mempertahankan Pancasila, Dinas pendidikan Bandarlampung, akan terus mendorong diadakannya peringatan untuk mengenang jasa para pahlawan. termasuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila.” pungkasnya. 

Sementara itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMAN 6 Balam berlangsung dengan khikmat. Dihadiri Kadisdik Balam, Suhendar Zubir, komite dan alumni sekolah tersebut serta dari unsur militer. Seusai upacara dilanjutkan dengan penyambutan dua atlet gulat yang berlaga di PON XIX Jawa Barat. 

Dimana dua atlet gulat ini merupakan guru dan alumni siswa SMAN 6 Balam, yakni Maya Okta dan Monika, sementara Maya Okta hanya berhasil meraih medali perunggu pada kesempatan tersebut. sedangkan Monika belum mampu mempersembahkan medali untuk Lampung. 

Sumber : LampungNetwork.com/Helmi