SMPN 11 Bandar Lampung Bentuk MPLS Siswa Berinteraksi dan Beradaptasi

Bandar Lampung (LampungNetwork.com) -- Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Pada awal tahun pelajaran, perlu dilakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. MPLS adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi Siswa Baru merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan pada tahun pelajaran 2016/2017 sebagai pengganti kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun yang dulu bernama kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru dan Masa Bimbingan Peserta Didik Baru.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 11 Bandarlampung Siti Robiyah, dengan pengenalan sekolah ini  agar para siswa berinteraktif sesama siswa lainnya, bisa mengetahui dan beradaptasi di lingkungan sekolah serta para guru mulai dari penjaga sekolah hingga kepala sekolah.

“Dan tujuan dari MPLS yaitu mengenali potensi diri siswa baru; membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah; menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru; mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya; serta menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong,” ujar Siti di ruang kerjanya Rabu (20/7) kepada media online LampungNetwork.

“MPLS hanya di hari sekolah dan pada jam sekolah. MPLS ini hanya dilaksanakan tiga hari saja. Jadi, bagi sekolah yang melaksanakan PLS di luar jam sekolah dan lebih dari tiga hari, maka orang tua siswa berhak menanyakan kepada pihak sekolah,” lanjutnya lagi.

Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan MPLS hanya menjadi hak guru. Pihak sekolah dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara. Pengurus OSIS dapat membantu pelaksanaan MPLS dengan bimbingan dan pengawasan dari guru. MPLS harus dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang memadai. MPLS wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif. Pelaksanaan MPLS dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya dan wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah.

Sumber : LampungNetwork.com/Helmi