Trimitra Sahid Ramaikan Bisnis Hotel Serpong

 

 

 

Jakarta - PT Trimitra Propertindo bekerjasama dengan Sahid Internasional Hotel Management & Consultant (SIHMC) membangun hotel bintang empat, Sahid Parkland Serpong (SPS), di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Hotel dengan 199 kamar ini menelan investasi Rp 500 juta per kamar.

Direktur Utama PT Trimitra Propertindo Tan Haryadi mengatakan, SPS berdiri di atas lahan 1,2 hektare. Secara geografis, proyek yang terdiri atas menara A dan B ini berada di kawasan proyek Parkland Avenue. Proses pembangunan dilakukan dalam dua tahap.

Tan Haryadi menjelaskan, selain apartemen dan kondotel, proyek ini akan dilengkapi dengan small office home office (SoHo), shopping arcade, dan mansion house. Sedangkan untuk hotel, akan dibangun 199 kamar dengan investasi Rp 500 juta per kamar.

"Proyek hotel ini kami rencanakan mulai dibangun atau groundbreaking pada 26 Oktober, dan diaharapkan bisa selesai pada 2016," kata Tan Haryadi, di sela penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan Sahid Hotels Group, di Jakarta, pekan lalu.

Pihak Sahid diwakili oleh Hariyadi Budisantoso Sukamdani selaku direktur utama PT Sahid International Hotel Management Consultant.

Tan Suryadi optimistis kerja sama dengan Sahid Group akan menguntungkan kedua pihak. Pasalnya brand Sahid sudah sangat familiar di Indonesia sebagai hotel berbintang. Apalagi di kawasan Serpong masih sangat sedikit hotel berbintang. Sedangkan di sisi lain, kebutuhan akan hotel di kawasan ini masih sangat tinggi.

"Sebagai dampak dari CBD baru di kawasan TB Simatupang, banyak dibutuhkan penginapan berkelas dan nyaman, termasuk untuk meeting bagi para pebisnis," ujar dia.

Hotel SPS didesain bertema go green dan modern contemporer, dengan tidak meninggalkan ciri khas bergaya tradisional. Oleh karenanya nantinya hotel akan berkonsep modern culture.

Direktur Utama SIHMC Hariyadi Budisantoso Sukamdari menyatakan, SPS akan menjadi market leading di kawasan Serpong. "Apalagi Pemerintah Indonesia menargetkan pada 2019 jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia mencapai 20 juta lebih," kata dia.

Menurut dia, kawasan Serpong merupakan wilayah yang memiliki kemampuan tumbuh sangat cepat dibandingkan kawasan lain di kawasan Jabodetabek. Apalagi kawasan Serpong sudah menjadi kota mandiri, aktifitas bisnisnya hidup, dan dekat dengan pusat pendidikan. Hal-hal tersebut sangat baik untuk perkembangan hotel.

"Potensi Serpong sangat bagus, apalagi lokasinya yang strategis membuat hotel ini menjadi pionir bagi para tamu yang ingin menginap," kata dia.

Hariyadi menambahkan, kelebihan dari hotel ini selain dekat dengan pusat pendidikan, juga lokasinya dekat dengan jalan tol Jakarta lingkar luar (JORR) dan JORR 2, yang berpotensi meningkatkan okupansi. "Target okupansi, pada awal di atas 50 persen," kata dia.

Penulis: IMM/FER

Sumber: Investor Daily, beritasatu