Harga Minyak Dunia Turun Di Perdagangan Asia

 

SINGAPURA-- Harga minyak dunia berbalik lebih rendah di perdagangan Asia, Senin (27/4), tetapi kerugiannya dibatasi karena berlanjutnya pertempuran di Yaman memicu kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah, kata para analis.


Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 11 sen menjadi 57,04 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent turun dua sen menjadi 65,26 dolar AS per barel dalam perdagangan sore.

Harga minyak akan "terus menerima dukungan karena tampak tidak ada tanda-tanda pengurangan dalam konflik di Yaman", kata Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di konsultan bisnis EY.

Daniel Ang, analis investasi pada Phillip Futures yang berbasis di Singapura, mengatakan pasar minyak masih "rapuh" dengan "ketegangan geopolitik kemungkinan akan memainkan peran penting pada harga minyak mentah".

Pesawat-pesawat tempur koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyerang istana presiden yang dikuasai pemberontak di ibukota Yaman Sanaa pada Minggu, ketika pertempuran berkecamuk antara pemberontak Syiah Huthi dan pejuang yang setia kepada presiden diasingkan, Abedrabbo Mansour Hadi.

Yaman telah dicengkeram oleh kekacauan sejak pemberontak Syiah meluncurkan pengambilalihan kekuasaan di Sanaa pada Februari.

Yaman bukan negara penghasil minyak utama, tetapi pantainya yang membentuk satu sisi Selat Bab el-Mandeb, merupakan pintu masuk strategis penting ke Laut Merah yang mengirimkan sekitar 4,7 juta barel minyak setiap hari di kapal-kapal menuju ke atau dari Terusan Suez.

Para analis mengatakan harga minyak juga didukung setelah data yang dirilis Baker Hughes pada Jumat menunjukkan jumlah rig AS turun 31 rig menjado 703 rig pada minggu ini, dan turun jauh dari 1.534 rig pada tahun lalu.

Para dealer memperkirakan pelambatan produksi minyak AS bisa mengurangi kelebihan pasokan minyak mentah global, yang menyebabkan kejatuhan harga lebih dari 50 persen antara Juni hingga Januari.

Ang mengatakan angka produk domestik bruto AS kuartal pertama yang akan dirilis pada Rabu serta pertemuan dua hari unit kebijakan Federal Reserve yang akan dimulai pada Selasa akan menjadi fokus minggu ini.

 

 

 

Sumber : Suara Pembaruan

IHSG Dibuka Anjlok 74 Poin

 

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pagi ini melemah 1,37 persen (74,32 poin) ke 5.361,03.

Indeks LQ45 turun 1,77 persen, ISSI turun 1,27 persen, Investor33 turun 1,71 persen.

Sektor agri memimpin pelemahan IHSG dengan mencatatkan koreksi hingga 4,43 persen. Sektor tambang turun 0,54 persen, industri dasar turun 0,78 persen, konsumsi turun 1,54 persen, properti turun 1,19 persen.

Sektor infrastruktur turun 1,53 persen, keuangan turun 1,75 persen, perdagangan turun 0,2 persen, manufaktur turun 1,33 persen, aneka industri turun 1,39 persen.

Saham AALI turun 8,9 persen ke 20.050, ASII turun 1,6 persen ke 7.750, BWPT turun 3,2 persen ke 271.

Saham ERTZ naik 10,7 persen ke 1.035, EPMT naik 3,3 persen ke 3.100, MIDI naik 2,5 persen ke 820.

 

Sumber : Berita Satu

IHSG Sesi I Dibuka Naik 24,63 Poin


Sebanyak 109 saham tercatat menguat, 36 saham melemahj, dan 69 saham stagnan.

Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 320,33 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp 460,38 miliar.

Sementara itu, indeks LQ45 menguat 5,91 poin atau naik 0,62 persen ke level 954,75.

Penguatan indeks ini dipimpin oleh sektor consumer yang naik sebesar 41,3 persen.

Saham-saham yang menguat di antaranya adalah GGRM menguat Rp 675 (naik 1,3 persen) ke Rp 53.775, AALI menguat Rp 300 (naik 1,3 persen) ke Rp 23.400, SILO menguat Rp 300 (naik 2,2 persen) ke Rp 13.825, LPPF menguat Rp 225 (naik 1,2 persen) ke Rp 18.425 dan PTBA menguat Rp 175 (naik 1,7 persen) ke Rp 10.575.

Sedangkan, saham-saham yang melemah di antaranya adalah LPCK melemah Rp 125 (turun 1 persen) ke Rp 11.800, AKRA melemah Rp 100 (turun 1,9 persen) ke Rp 5.300, BBNI melemah Rp 100 (turun 1,4 persen) ke Rp 7.025, ASRM melemah Rp 90 (turun 7 persen) ke Rp 1.200 dan BSWD melemah Rp 80 (turun 1,8 persen) ke Rp 4.400.

 

Sumber : Berita Satu

 

Kopi Indonesia dipromosikan di chicago

 

Jakarta --  Indonesian Trade Promotion Center Chicago, Amerika Serikat, mempromosikan kopi asal Indonesia melalui acara penilaian rasa kopi (coffee cupping) yang mengambil tema Exploring the Taste of Indonesian Coffee.

"Acara  ini merupakan salah satu cara promosi kopi Indonesia yang efektif dan langsung membidik  bisnis kopi di wilayah Midwest, khususnya Chicago," kata Kepala ITPC Chicago, Wijayanto,  dalam siaran pers yang diterima, Kamis.

Wijayanto mengatakan bahwa pihaknya merasa optimistis ekspor kopi Indonesia akan terus meroket seiring gencarnya promosi di AS. Ia mengusulkan agar dilakukan kegiatan promosi serupa melalui media visual untuk produk-produk dari sektor lain mengingat antusiasme yang cukup besar.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia Chicago Adriana Supandy, menyatakan bahwa  kopi tersebut merupakan salah satu komoditas penting bagi perdagangan Indonesia-AS.

Adriana menambahkan, strategi promosi yang dilakukan Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, ke depan adalah meningkatkan kepedulian dari para stakeholder  kopi di AS terhadap produk- produk Indonesia yang sesuai dengan kaidah lingkungan, sosial, dan ekonomi (sustainable trade).

"Tujuannya untuk meningkatkan brand awareness dan pangsa pasar kopi di AS," ujar Adriana.

Dalam acara tersebut, ITPC Chicago bekerja sama dengan salah satu roaster di Chicago, The Coffee and Tea Exchange, dan juga dilakukan pemutaran film "Aroma of Heaven".

Impor kopi Amerika dari Indonesia pada 2014 tercatat sebesar 323 juta dolar AS atau meningkat sebesar 11,29 persen dari tahun sebelumnya.

Dari seluruh negara bagian di Midwest, impor kopi Indonesia terbesar dilakukan oleh negara bagian Minnesota, yaitu sebesar 1,67 juta dolar AS, dimana nilai impor tersebut meningkat sebesar 196,33 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 562 ribu dolar AS.

Di antara negara bagian di Midwest, peningkatan impor kopi dari Indonesia paling tinggi dilakukan oleh Michigan pada 2014, yang nilai impornya meningkat sebesar 727,02 persen dibandingkan tahun 2013.

Pada 2013, Michigan mengimpor kopi dari Indonesia sebanyak 6.594 dolar AS, dan pada 2014 meningkat hingga mencapai 54.534 dolar AS.

 

 

Sumber : Antara News

 

 

Harga Minyak Dunia Naik Di Perdagangan Asia

 

SINGAPURA-- Harga minyak dunia naik di perdagangan Asia, Senin (20/4), dipicu oleh kerusuhan berkelanjutan di kawasan kaya minyak Timur Tengah, sementara juga mendapatkan dukungan karena harapan bahwa penurunan produksi AS akan mengurangi kelebihan pasokan global, kata analis.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 68 sen menjadi 56,42 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 70 sen menjadi 64,15 dolar AS per barel dalam perdagangan sore.

"Meningkatnya konflik di Yaman, penurunan jumlah rig AS dan lemahnya data persediaan AS menyebabkan harga patokan membuat kenaikan yang signifikan," kata Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di perusahaan konsultan bisnis EY.

Bentrokan antara pemberontak dan pasukan pro-pemerintah, dan serangan udara yang dipimpin Saudi, menewaskan sedikitnya 85 orang di Yaman pada Minggu, sumber petugas medis dan militer mengatakan.

Yaman adalah produsen minyak mentah kecil yang terletak di sepanjang Selat Bab al-Mandab, di mana sekitar 3,8 juta barel minyak per hari diangkut.

Negara ini telah dicengkeram oleh kekacauan sejak pemberontak Syiah melancarkan pengambilalihan kekuasaan di Sanaa pada Februari.

Para dealer juga membaca penurunan aktivitas rig minyak AS sebagai tanda pelambatan produksi yang dapat mengurangi kelebihan pasokan global dan mendorong harga naik, kata para analis.

Hitungan terakhir oleh Baker Hughes menunjukkan rig yang menargetkan minyak mentah di AS turun 26 rig menjadi 734 rig pada pekan lalu, Bloomberg News melaporkan.

Harga minyak reli pada pekan lalu di tengah berita bahwa produksi minyak serpih AS mungkin berada pada puncak pengurangan.

Harga minyak mentah jatuh lebih dari 50 persen antara Juni hingga Januari akibat kelebihan pas okan dan permintaan yang lemah.