Premium Akhirnya Tidak Jadi Dihapus

 

JAKARTA-- Direktorat Jenderal Minyak dan Gas menyampaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Ron88 atau Premium tidak akan diganti dengan BBM jenis Pertalite.

"Sesuai kebijakan pemerintah, Premium tetap seperti sekarang. Tidak ditarik atau diganti Pertalite. Produk ini hanya varian baru dari Pertamina," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas I Gusti Nyoman Wiratmaja dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika Pertalite telah lolos uji maka akan menjadi pilihan tambahan untuk jenis BBM mayoritas yang digunakan masyarakat seperti Premium atau Pertamax.

Terkait dengan izin untuk Pertalite, ia menuturkan bahwa proses perizinan tidak akan memakan waktu lama karena bukan lah sebuah produk yang benar-benar baru.

"Karena ini produk varian, jadi Pertamina tetap harus mengajukan izin. Tapi tidak lama, mungkin sekitar satu minggu, maksimum 10 hari. Karena ini hanya tambahan, bukan izin baru," ujarnya menjelaskan.

Sebelumnya, PT Pertamina melalui Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro menyampaikan BBM varian terbaru yang akan diluncurkan bukan ditujukan sebagai pengganti Ron88 atau Premium.

"Saya tegaskan, dalam tahap awal ini peluncuran varian baru ini tidak serta merta menghapuskan Premium. Jadi itu masih ada, tinggal lihat konsumsinya terbanyak di mana," kata Wianda dalam konferensi pers di Jakarta, Jum’at (17/4).

Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah peluncuran BBM baru tersebut Pertamina akan meninjau seberapa besar konsumsi terhadap bahan bakar Premium, termasuk menentukan sektor pengguna terbesar.

Mengingat konsumen terbesar Premium adalah dari angkutan umum dan transportasi masal, Pertamina akan melakukan review dan memasarkan BBM baru tersebut dalam jumlah yang meningkat dengan memperhitungkan ’supply and demand’, tutur dia.

 

Sumber : Suara Pembaruan

KPU Bandar Lampung buka pendaftaran PPK

 

Bandar Lampung-- Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung akan membuka pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mulai Selasa (21/4).

Pendaftaran PPK itu akan dibuka selama satu minggu, yaitu hingga Senin (27/4) pekan depan, kata Komisioner KPU setempat, Fadilasari, di Bandarlampung, Senin.

Menurut Komisioner yang juga Ketua Divisi Sosialisasi, Hubungan Masyarakat, Hubungan antarlembaga, serta Data dan Informasi KPU Bandarlampung itu, setelah pendaftaran ditutup, tahap berikutnya adalah penelitian administrasi calon PPK, pada 28--30 April 2015.

Selanjutnya, pengumuman hasil seleksi administrasi calon anggota PPK pada 1 Mei 2015.

"Seleksi tertulis akan dilakukan pada 4 Mei 2015," katanya pula.

Pengumuman seleksi uji tertulis akan dilakukan keesokan harinya, yaitu pada 5 Mei 2015.

Kemudian selama dua hari, yaitu 5--6 Mei, semua peserta yang lolos akan mengikuti uji publik.

Tahap berikutnya, selama dua hari, peserta yang lolos seleksi tertulis dan uji publik, akan mengikuti seleksi wawancara pada 6--7 Mei 2015.

Lalu, hasilnya akan diumumkan pada 8 Mei 2015.

"Anggota PPK yang lolos seleksi, akan dilantik pada 11 Mei 2015," katanya lagi.

Sedangkan, kata Fadilasari pula, untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan membantu kerja kepemiluan di tingkat kelurahan, akan mulai dibuka pada 11 Mei hingga 13 Mei 2015.

Berikutnya tahap seleksi administrasi selama dua hari, yaitu 13--15 Mei 2015.

"Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 16 Mei, dan dilantik pada 18 Mei 2015," kata dia.

Fadilasari mengungkapkan, sebelumnya jadwal tahapan seleksi tim ad hoc ini sempat mengalami tiga kali perubahan, karena menyesuaikan dengan drat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Tata Kerja KPU, yang akhirnya baru diundangkan akhir pekan lalu.

"Terakhir jadwal yang kami buat menyesuaikan dengan hasil Rapat Koordinasi KPU Provinsi Lampung dengan KPU kabupaten dan kota yang akan melakukan pilkada, Kamis (16/4) lalu," ujarnya.

Adapun persyaratan pendaftaran tim ad hoc, di antaranya adalah berdomisili di wilayah kerja PPK/PPS tempat mendaftar, berusia paling rendah 25 tahun, mempunyai integritas yang tinggi, serta belum pernah menjabat dua kali sebagai anggota PPK dan PPS.

"Pengumuman lengkap dan formulir persyaratan dapat diambil di kantor KPU Bandarlampung, atau dapat diunduh di website KPU Bandarlampung, yaitu www.kpu-bandarlampungkota.go.id," ujarnya lagi.

Sebanyak delapan dari 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung direncanakan akan melaksanakan pilkada serentak pada akhir tahun 2015 ini, dengan proses dan persiapan pelaksanaannya telah dicanangkan oleh KPU masing-masing saat ini.

Sumber : Antara

Alex Noerdin Penuhi Panggilan KPK

 

JAKARTA--Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/4).

Alex diagendakan diperiksa terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan tahun 2010-2011 yang menjerat anak buahnya Rizal Abdullah.

Tiba di Gedung KPK sekitar pukul 08.30 WIB, Alex Noerdin yang mengenakan kemeja berwarna putih, enggan menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan awak media. Alex memilih langsung masuk lobi Gedung KPK.

"Nanti saja ya," kata Alex singkat saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/4) pagi.

Pemanggilan terhadap Alex Noerdin ini merupakan yang ketiga kalinya. Dalam pemanggilan pada 24 Maret lalu, Alex tidak hadir dengan alasan tidak menerima surat pemanggilan.

Sementara pada pemanggilan pada Kamis (16/4) lalu, Alex tidak memenuhi panggilan penyidik alasan ada kegiatan di Palembang yang tak bisa ditinggalkannya.

Keterkaitan Alex Noerdin dengan kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumsel ini mengemuka dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada 11 Agustus 2011 lalu.

Saat itu, Rizal Abdullah sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet mengaku menerima uang sebesar Rp 400 juta dari Mohamad El Idris, Manajer Pemasaran PT Duta Graha, perusahaan milik bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin. Uang itu disebut ditujukan untuk Alex Noerdin.

Rizal yang merupakan mantan Kepala Dinas PU Sumatera Selatan juga sempat mengungkapkan adanya fee 2,5 persen untuk Alex dari nilai uang muka proyek sebesar Rp 33 miliar yang didapat Duta Graha.

Arief Ramdhan, kuasa hukum Rizal, tak membantah adanya janji fee sebesar 2,5 persen dari total nilai proyek PT Duta Graha Indah (PT DGI) dalam proyek Wisma Atlet untuk Alex Noerdin.

Menurutnya, fee kepada Alex merupakan bentuk terima kasih pihak PT DGI menyangkut proyek pembangunan Wisma Atlet. Hal itu disampaikan langsung oleh mantan Direktur Pemasaran PT DGI, El Idris.


"Klien kami bilang di situ dikatakan bahwa untuk pembangunan wisma atlet, awalnya Idris bilang hanya terima kasih saya kepada bapak Rizal," kata Arief.

Sebelumnya, pada akhir September lalu, KPK menetapkan mantan Kepala Dinas PU Sumatera Selatan, Rizal Abdullah yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet dan gedung serba guna Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2010-2011.

Rizal disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP. KPK menduga ada penggelembungan harga yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 25 miliar.

Kasus wisma atlet ini telah menyeret banyak nama ke penjara. Beberapa di antaranya, politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh, dan rekannya M. Nazaruddin, serta anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang dan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam.

 

Sumber : Suara Pembaruan

JSS Dalam Rangka Anniversary Radar Group Lampung Ke 15

 

Bandar Lampung -- Event Jalan Sehat yang diadakan oleh Radar Lampung kemarin (19/4) di lapangan saburai, enggal Bandar lampung diikuti oleh puluhan ribu masyarakat yang antusias mengikuti event ini,

Selain Kota Bandar Lampung event yang diadakan oleh Radar Lampung serentak di ikuti oleh 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung yaitu : Pesawaran terpusat di Museum Transmigrasi Gedongtataan, Pringsewu (Pendopo Pringsewu), Tanggamus (Taman Kota Tanggamus), Lampung Selatan (Lapangan Sritanjung, Tanjungbintang), Metro (Taman Kota Metro), Lampung Tengah (Lapangan Merdeka Gunungsugih), dan Lampung Utara (Stadion Sukung, Kotabumi).

Acara Jalan sehat juga di hadiri oleh Walikota Bandar Lampung Drs. Hi. Herman HN, Direktur Utama Radar Lampung Group Dwi Nurmawan, Direktur Radar Lampung Group Ardiansyah, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Lampung Elya Muchtar, Direktur PT. Eagle Indo Pharma Susanti Halim dan Anggota DPRD Provinsi Lampung Hartarto Lojaya.

Di sela – sela pelepasan peserta Jalan Sehat Spektakuler (JSS) dalam sambutannya Herman HN mendukung Radar Lampung menggelar acara Jalan Sehat ini kegiatan seperti ini sangat membantu pemerintah untuk interaksi langsung dengan masyarakat, dalam pesan yang disampaikan oleh Bapak Walikota “Semoga Radar Lampung menjadi suarat kabar yang terpercaya dalam membrikan informasi kepada masyarakat lampung,”Jelasnya

Menanggapi sambutan walikota, Dwi Nurmawan mengatakan “memasuki Usia ke 15 Radar Group Lampung akan terus berupaya menjadikan Radar lampung sebagai media yang terpercaya bagi masyarakat Lampung.” ungkapnya

Karena antusias warga dalam mengikuti event dan Doorpriza yang sangat banyak yaitu hadiah utama 3 Mobil, 3 Motor, 6 unit LED TV,  3 Unit lemari es, 3 unit sepeda gunung,  gadget Samsung, voucher belanja Indomart Rp. 500Ribu untuk 5 pemenag, Voucher belanja Chandra Rp. 500Ribu untuk 3 pemenang, dan furniture lemari dari olympic , selain itu juga Walikota Bandar Lampung memberikan tambahan Hadiah sebesar Rp. 20Juta yang akhirnya dibagi menjadi doorprize uang tunai Rp. 2,5Juta untuk 8 pemenang.

Sementara 3 Hadiah utama yang diberikan yaitu berupa Mobil Suzuki Wagon R, Daihatsu Ayla, dan Toyota Agya, dari pengundian yang dilakukan Yunarti Kusuma Yuda, warga Jl.Dakwah Labuhan Ratu, Bandar Lampung mendapatkan Toyota Agya, Sementara Warga Hadi mulyo Metro mendapatkan hadiah utama berupa mobil Suzuki Wagon R, dan Hadiah utama berupa Daihatsu Ayla di dapat oleh Putra Eris Pratama, warga campang raya, Bandar Lampung. (RN/LN)

 

Sumber : Lampung Network