Kembali Bangunan Semi Permanen Pasar Griya di Rubuhkan Ekskavator.

Bandar Lampung (Lampung Network.com) - kembali warga pasar griya lakukan blokade jalan dengan menutup menggunakan kursi bekas dan ranting pohon di jalan Pulau Sebesi tidak jauh dari kantor KPU Kota Bandar Lampung bersama para mahasiswa, mereka menghalangi alat berat yang akan menggusur bangunan di eks pasar griya sukarame dimana mereka tempati.Selasa (24/07).

Alat berat ini dikawal satuan polisi Pampng Praja dan pihak kepolisian, sebelum pelaksanaan pembongkaran petugas dihadang dengan para pendemo hingga akhirnya koordinator Eks Pasar Griya mencoba untuk berdialog dengan koordinator Satpol PP namun tidak menghasilkan kesepakatan, akhirnya terjadi dorong mendorong antara pendemo dan satpol pp, Warga Eks Pasar Griya kalah, alat berat mulai meringsek masuk ke lokasi penggusuran yang dikoordinir oleh satpol PP, memasuki lokasi tetap ada perlawanan dari para pendemo dengan memasang bekas bangunan dan ada yang melempar pagar seng lokasi, perlawanan ini tidak berarti apa-apa, Ekskavalator terus maju merubuhkan rumah warga Eks Pasar Griya.

Eksekusi pembongkaran ini terus berjalan kendati keluar caci maki terhadap satpol pp dari warga Pasar Griya dan teriakan - teriakan, dalam eksekusi ini pihak warga pasar griya mengalami pingsan ada 6 orang warga mengalami shock pingsan kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dirawat setelah siuman kembali lagi ke lokasi untuk melihat  rumahnya yang sedang dalam penggusuran.

Pihak pemerintah kota sudah melayangkan surat kepada warga pasar griya melalui kelurahan sukarame sebanyak 4 kali untuk segera mengosongkan lokasi itu namun tetap membandel, sebab akan segera dibangun kantor Kejati, Pemkot didalam pertemuan dengan warga eks pasar griya akan memberikan solusi untuk diberikan tempat di rasunawa dan meminta untuk mendata warga yang berada disitu, namun mereka bersih kukuh untuk tetap tinggal disitu tidak ingin pindah " papar salah seorang pegawai yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan kepada Lampungnetwork.com.

Awal adanya Pasar Griya bermula Pemkot akan mengalihan pasar yang telah ada di way dadi, untuk dipindahkan ke pasar griya ini namun para pedagang tidak ingin pindah ke pasar griya dengan alasan beragam, kemudian warga yang telah mengambil lokasi di pasar ini tetap berjalan tuk berjualan karena pasar ini tidak ramai masyarakat masih belanja kepasar lama akhirnya pasar ini menjadi sepi kemudian ada yang mememindah tangankan dari tangan pertama kedua dan seterusnya sehingga rencana pasar kini beralih pungsi menjadi hunian warga yang menempati datang dari daerah lain, bukan lagi warga sukarame dan sekitarnya bahkan ada yang telah memiliki KTP Sukarame dengan alamat pasar griya sementara lurahnya tidak tau,karena warga pasar griya itu tidak terdata oleh pihak kelurahan maupun RT, Sebab tidak ada RTnya  kebanyakan yang tinggal di lokasi ini pemulung " Ucap salah seorang warga yang melarangg namanya di tulis, karena tinggalnya tidak jauh dari lokasi pasar griya.

Sumber : Lampungnetwork.com - Rudhy.HR